Beranda » Adventure » 7 FAKTA PULAU KELOR yang ga kamu tau!!

Ditulis dengan berbagai referensi.

          Pulau ini tampak lebih tenang, ceria dan sedikit berawarna. Berbanding terbalik dengan latar belakangnya, yang kusam, tanpa warna namun berdiri tinggi, jemari betonnya hampir menabrak barisan awan, dan kadang menembusnya. Secuil daratan berpasir yang tak hanya senyum merakah diatasnya tetapi tulisan sejarah berbuku-buku yang tak banyak orang tahu mengalir dari dataran ini. Hanya ada beberapa bangunan berawarna putih cerah, yang menambah sengatan cahaya mentari ke mata pendatang, namun satu bangunan merah yang berbentuk silinder itu memukau sejak ratusan meter lalu, bangunan bata merah yang lebih dari seabad umurnya, berpadu dengan tetrapod penahan ombak yang mencuat satu meter dari atas permukaan tanah, sebuah pemandangan yang tidak biasa.

Bangunan merah bata itu adalah bagian dari sebuah benteng besar yang pada jaman nya berguna untuk menahan gempuran Portugis yang berselisih dengan VOC, dahulu bernama pulau Kherkof benteng besar ini menjadi pertahanan Batavia yang pertama. Hancur akibat gelombang Tydal dari letusan gunung Krakatau, tembok tembok merah bata itu masih banyak tersisa di pinggiran pantai. Bentuknya yang silindris dengan jendela besar dan ku kira setidaknya punya 3 lantai yang dipakai untuk mengamati keadaan sekeliling 360 derajat atau mungkin juga berfungsi sebagai bangunan penembak untuk meriam.

Pulau Kelor memang hanya menampilkan satu buah bangunan bersejarah yang menyedot banyak mata, tapi bagi para penikmat samudra, Pulau Kelor juga punya magnet sendiri, yaitu spot memancing yang tenang.

Fakta pulau Kelor:

1. Nama asli pulau ini adalah KERKHOF

(bukan Kherkof !!) yang berarti makam / kuburan. sekali lagi KUBURAN !!

A begraafplaats or kerkhof is a cemetery. Kerkhof (literally meaning “church yard”) is a cemetery around the church, while a begraafplaats (literally: “burial place”) is a more generic term. (SUMBER)

2. Pulau ini adalah tempat eksekusi !

Tempar eksekusi para tahanan Belanda yang kemudian di kubur di pulau ini, namun tak ada satu pun batu nisan atau tempat yang menyerupai kuburan di atas pulau.

Jadi ingatlah dimana kakimu melangkah, mungkin dibawahnya adalah kuburan para tahanan itu.. hiiiyy..

3. Benteng yang Punya kembaran di Corsica, Laut Tengah

Banyak yang bilang kalau sisa bangunan benteng silindris bernama Benteng Martello, punya kembaran yaitu benteng Mortella di Corsica, Laut Tengah. Benteng Mortella atau Myrtle Point di Corsica dirancang oleh Giovan Giacomo Paleari Fratino, selesai di bangun pada tahun 1565.

Benteng Martello – Pulau Kelor (foto: Bima Prasena)

Benteng Mortella di Corsica                                                                           (foto : SUMBER)

4. Benteng Martello tersebar di seluruh dunia

Benteng Martello di Pulau Kelor & Benteng Mortella di Corsica adalah Satu dari banyak menara Martello diseluruh dunia termasuk di Pulau Shetland Selatan di Antarctica (sumber)

Benteng Martello, awalnya adalah bangunan pertahanan yang dibangun oleh Inggris di berbagai daerah jajahannya di seluruh dunia yang terinspirasi dari benteng Mortella di Corsica, Laut Tengah. Begitu terpukaunya Inggris dengan sistem pertahanan benteng ini, mereka kemudian menjiplaknya, namun nama aslinya adalah Mortella seringkali salah diucapkan menjadi Martello (yang berarti “Palu” dalam bahasa Italia)

foto: SUMBER

5. PULAU PERTAHANAN LAUT

Pada tahun 1850, benteng yang bentuknya melingkar digunakan untuk menaruh meriam besar yang dapat diputar 360 derajat. Benteng ini adalah pertahanan pertama menahan serangan Inggris, Portugis, Spanyol dan bahkan Bajak Laut!

6. BENTENG MARTELLO RUSAK KARENA LETUSAN DAHSYAT KRAKATAU 1883

Benteng yang saat ini masih berdiri merupakan sisa dari benteng aslinya yang lebih luas. Sebagian besar benteng runtuh dan rusak karena abrasi air laut, gempa Jakarta pada tahun 1966 dan akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883

7. BENTENG BATA MERAH MADE IN JAWA BARAT

Hampir sama dengan bangunan candi-candi di Jawa yang menggunakan bata merah, kualitas dan kekuatan bata merah sebagai bahan utama bangunan militer jaman itu masih abadi hingga kini.

Bata merah yang menjadi bahan dasarnya didatangkan dari daerah Tangerang Banten dan Pleret, Purwakarta (sumber).

Ga perlu takut untuk wisata kesini, biarkan sisa kelam masa lalu menjadi sejarah, cukup dengan menghormati pulau ini, kamu bisa ikut menikmati sekaligus menjaga tempat indah ini.

Benteng ini adalah warisan sejarah yang punya sejuta kenangan berharga tentang Indonesia dan kehidupannya. Lestarikan, maka kita menjaga identitas kita sendiri.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.